Menjadi Nahkoda dalam organisasi bukanlah hal yang muda, ada banyak rintangan yang harus kita tuntaskan lebi lebi dalam lokalisdem organisasi. Menjadi figur utama yang dipandang dalam organisasi haruslah lebih disiplin entah dalam tindakan perkataan maupun waktu.
Seorang nahkoda minimal harus bisa membimbing bawahannya melakukan tugas yang diberikan. Jadi, saat ada batu sandungan di tengah perjalanan, seorang nahkoda harus bisa membuat anak buah belajar sampai benar-benar mahir sehingga bukan hanya sukses, tapi mereka juga bisa berkembang.
Kesenangan pribadi bukanlagi proritas utama bagi nahkoda dalam organisasi namun kepentingan anggota yang harus kita tuntas terlebih dahulu.
Banyak polemik yang harus dipermusyawarakan terhadap sesama kepengurusan agar terciptanya gagasan yang memang harus diselesaikan,
Bahkan dalam organisasi banyak serangkayan kecerobohan anggota kepengurusan yang tak sepatutnya dilakukan dan juga dipertontonkan kepada hallayak umum.
Dari beberapa faktor kajian lokalisdem organisasi tentu banyak khidmat yang akan kita peroleh entah dalam nilai plus dan minusnya dalam mengambil sebuah keputusan setiap tidakan yang kita jalankan.
Kajian potensi setiap indifidu kepengurusan menjadi hal paling urgen dalam menentukan tupoksi masing masing bidang agar terciptanya kebutuhan organisasi yang lebih maksimal dalam pengggasan disetiap bidangnya.
Penulis : Rizki Eka Damayanti Ketua KORPS PMII STAINH
Publising : Anwar




Tidak ada komentar: