Situbondo, Selasa 4 Februari 2025.
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sahabat Dendi Nur Rohmah beserta pengurus lainnya yang berlatar belakang Organisatoris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Menghadiri Acara Pengukuhan & Rakerda Bem Nusantara Jawa timur (BEMNUS JATIM) yang bertempat di Kampus Universitas Dr. Suetomo (UNITOMO) Surabaya.
Pengukuhan tersebut dihadiri oleh seluruh kepengurusan dan keanggotaan BEM se-Jawa Timur tentunya STAINH Peleyan Kapongan Situbondo di dalamnya.
"Semoga kedepannya teman-teman yang sudah tergabung di BEMNUS agar selalu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam segala aspek" ujar perwalian PJ gubernur Jawa timur bapak Adhy Karyono A.ks.,M.A.P
" Eksistensi dari teman-teman BEMNUS JATIM tampak nyata dengan meriah nya acara pengukuhan dan RAKERDA dengan semangat untuk menghadiri kegiatan siang ini", sahabat Helvin selaku koordinator daerah BEMNUS JATIM
"BEMNUS JATIM merupakan barometer arah gerak BEMNUS seluruh Indonesia, yang dimana pada saat kongres di Palembang peserta terbanyak yang hadir di acara tersebut dari BEMNUS JATIM " Sambut Arya Dwi Prayitno selaku koordinator pusat BEMNUS.
Setelah acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara diskusi publik dengan tema "Peran pemuda dalam menghadapi tantangan menuju pertumbuhan ekonomi 8% dan Indonesia emas tahun 2045". Yang dimana visi dari Indonesia emas 2045 Menjadikan Indonesia menjadi negara maju dengan PDB terbesar ke-4 dunia dengan target pertumbuhan ekonomi 8% untuk mencapai pendapatan tinggi.
Dengan kesimpulan:
1.Generasi muda sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 2045
2.SDM berkualitas,inovasi teknologi dan ekosistem bisnis yang kuat
3.Kolaborasi antara pemerintah,swasta dan akademisi penting untuk mencapai target pertumbuhan 8%.
Pada kesempatan acara itu Presiden BEM yang tergabung dalam Bem Nusantara Jawa Timur (BemNus Jatim) melakukan konsolidasi akbar dan aksi simbolik di Kampus Unitomo, Surabaya. Para mahasiswa membawa 7 tuntutan.
Berikut adalah 7 tuntutannya :
1. Tumpang tindihnya Kewenangan dalam Rancangan Undang - Undang KUHAP yang sedang menjadi pembahasan setiap Dewan Perwakilan Rakyat mulai nasional maupun daerah, karena
hal ini akan melemahkan sistem peradilan pidana yang sudah terintegrasi dengan baik selama
ini, hal ini akan melanggar prinsip peradilan yang Adil dan imparsial(adil).
2. Pembahasan Nasional mengenai RUU KUHAP akan dapat menimbulkan tumpang tindih dengn institusi seperti Kepolisian, TNI, dan BIN serta mengaburkan fungsi utama kejaksaan sebagai penegak hukum.
3. Catatan 100 Hari Kerja Pemerintahan Prabowo Gibran perlu adanya Evaluasi besar dan secara Konfrehensif untuk menindak tegas Menteri-menteri yang bermain-main dan hanya omong-
omong saja. Salah satunya, Natalius Pigai, Budi Arie, Sri Mulyani yang sebagaimana masuk dalam catatan kritis BEM Nusantara.
4. Berbagai permasalahan Makan Bergizi Gratis, yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri, dan tidak layak dalam memberikan Konsumsi.
5. Batalkan Proses Proyek PSN Surabaya Waterfront Land yang mana sebagai Proyek Nasional, yang tidakmemberikan dampak positif bagi masyrakat.
tetapi malah merusak dan menjustic Rakyat.
6. Evaluasi dan Perbaiki Kondusitifitas Rakyat Jawa Timur terutama bagian pesisir suramadu yang penuh akan problematika, salah satunya Reklamasi dan juga sudah hampir tidak layaknya Jembatan Suramadu sebagai sarana penghubung Ekonomi sosial dan keamanan
bersama.
7. Dengan bertambahnya kasus mencekik rakyat terkait pendistribusian Lpg 3 Kg, dengan hal ini maka pemerintah segera untuk membuat regulasi patolan harga ditingkat pengecer. Agar bisa seimbang dengan keadaan ekonomi rakyat.
Sebanyak 7 tuntutan itu merupakan hasil konsolidasi akbar bemnus jatim yang dimusyawarahkan pasca dari pengukuhan. Kemudian, hasil keputusan menyampaikan akan diluaskan ke tiap-tiap kota yang dinaungi bemnus jatim.
Helvin mengancam, jika isu ini tetap dilanjutkan maka aksi besar-besaran akan terjadi di setiap kota.
Koordinator Daerah Bemnus Jatim, Helvin Rosianda meminta pemerintah dan perwakilan rakyat daerah maupun pusat untuk lebih jernih dalam merumuskan undang-undang yang tidak selaras dengan rakyat, dan evaluasi ditubuh menteri pemerintahan prabowo gibran.
Penulis: #jaal/yin




Tidak ada komentar: