WHAT’S HOT NOW

ads header
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

PMII STAINH DATANGI ANTEK ANTEK TAK BERTANGGUNG JAWAB PC PMII Situbondo

Pada 07 Desember 2025, kader PMII STAINH dari komisariat dan rayon berkunjung ke PC PMII Situbondo dalam rangka temu kangen bers...

Cari Blog Ini

Blog Archive

Popular Posts

PMII STAINH DATANGI ANTEK ANTEK TAK BERTANGGUNG JAWAB PC PMII Situbondo

Pada 07 Desember 2025, kader PMII STAINH dari komisariat dan rayon berkunjung ke PC PMII Situbondo dalam rangka temu kangen bersama para oligarki cabang pada masa kepemimpinan Riyanto.

Kehadiran kader PMII STAINH ke ruang cabang tersebut tidak hanya membawa semangat gerakan, tetapi juga menunjukkan kepekaan terhadap kondisi cabang PMII Situbondo yang belakangan ini dirasa cukup memprihatinkan.

Sebagai bentuk keprihatinan, para kader mengadakan tahlilan sebagai simbol spiritualitas dan doa agar proses kaderisasi di tingkat cabang dapat kembali hidup. Kekecewaan pun muncul ketika Badan Pengurus Harian (BPH) PMII Cabang Situbondo tidak memenuhi harapan kader PMII STAINH untuk dapat hadir dan bersilaturahmi. Hal ini tentu disayangkan, mengingat kehadiran dan tanggung jawab BPH sangat penting dalam menjaga marwah organisasi.

Situasi menjadi ironis ketika para kader yang hadir menanyakan keberadaan BPH dan hanya mendapat jawaban dari Tum Riyan bahwa mereka sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jawaban tersebut dirasa kurang tepat mengingat urgensi pertemuan dan pentingnya komunikasi antara cabang dan komisariat.

Akhirnya, kader PMII STAINH memberikan saran konstruktif agar Tum Riyan dapat memperbaiki pola komunikasi dengan para BPH, sehingga pada pertemuan selanjutnya mereka dapat hadir dan berdialog langsung dengan kader PMII STAINH.

#yin

AKU BAGIAN DARI GOLONGAN YANG SELAMAT (PECAHNYA AGAMA ISLAM)

 Situbondo, 20 Juli 2025. Sekolah Tinggi Agama Islam Huda (STAINH) Mahasiswa Santri Pp. Nurul Islam, melaksanakan Kajian "PERPECAHAN AGAMA ISLAM" Di blok 4  Pp. Nurul Islam, langsung di dampingi oleh Pengurus Pp. Nurul Islam Nur Amin, serta Lora fuat, dan Abdul Qadir Guru Tugas Sidogiri sebagai pemateri, dan sahabat Riki sebagai moderator.

Perpecahan umat Islam mulai terjadi pada masa akhir kekhalifahan Sayyidina Utsman. Ketegangan politik saat itu memuncak hingga menyebabkan terbunuhnya Sayyidina Utsman. Setelah wafatnya beliau, Sayyidina Ali diangkat menjadi khalifah. Namun, sebagian sahabat menolak membaiat Sayyidina Ali sebelum para pelaku pembunuhan Sayyidina Utsman diadili.

Sayyidina Ali bukannya enggan menindak pelaku, namun beliau menilai kondisi negara belum stabil, sehingga penindakan harus ditunda. Situasi ini bahkan memaksa beliau memindahkan ibu kota dari Madinah ke Kufah.

Tuntutan atas darah Sayyidina Utsman berlanjut hingga pecahnya Perang Shiffin antara pasukan Sayyidina Ali dan Sayyidina Muawiyah. Dalam konflik ini, Sayyidina Muawiyah mengusulkan perdamaian berdasarkan Al-Qur’an, dan Sayyidina Ali menerimanya. Keputusan ini ditolak sebagian sahabat yang akhirnya keluar dari barisan Sayyidina Ali. Kelompok ini dikenal sebagai Khawarij, sementara pendukung setia Sayyidina Ali disebut Syiah, yang kemudian berkembang menjadi kelompok fanatik.

Kedua kelompok ini lambat laun menyimpang dari ajaran Islam yang murni Khawarij dalam hal politik dan Syiah dalam aspek syariat. Dari sinilah muncul berbagai istilah untuk kelompok-kelompok menyimpang. Sementara itu, kelompok yang tetap berpegang pada ajaran Nabi Muhammad belum memiliki nama khusus dan hanya disebut sebagai pengikut sunnah Nabi.
Pada masa tabi’ut tabi’in, muncul ulama besar bernama Imam Hasan al-Bashri. Salah satu muridnya, Washil bin Atho’, menolak pendapat gurunya dan membuat majelis sendiri di masjid yang sama. Penolakannya terhadap pandangan Imam Hasan yang sesuai dengan sunnah membuatnya dicap sebagai pendiri kelompok Mu’tazilah.

Hingga abad ke-3 Hijriah, belum ada nama khusus bagi golongan yang konsisten mengikuti ajaran Nabi. Baru kemudian, para ulama besar seperti Imam Abul Hasan al-Asy’ari menyepakati penamaan “Ahlus Sunnah wal Jamaah” untuk menyebut golongan yang berpegang teguh pada ajaran Nabi dan para sahabat. 

Untuk sementara, masih belum di temukan hadis shohih yang mana rasulullah menyebutkan istilah aswaja secara shorih, akan tetapi  Al-imam Al-hafidz Ibnu hajar al-atsqolani menyebutkan d dalam kitabnya "qoulul musaddad" dan imam Asy-syahrotsani menyebutkan di dalam kitabnya "milal wan nihal" sebuah hadits yg bertuliskan:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، إفترقت اليهود على إحدى و سبعين فرقة، و افترقت النصارى على اثنين و سبعين فرقة، وأن أمتي افترقت على ثلاث و سبعين فرقة، الناجية منها واحدة والباقون هلكى، قيل من الناجية قال أهل السنة والجماعة قيل من أهل السنة والجماعة قال ما أنا عليه و أصحابي.
Akan tetapi dalam kitab tersebut tidak di sebutkan beserta sanadnya, sehingga kita kesulitan untuk mengukur sejauh mana hadis ini bisa di jadikan pijakan. 
Di sisi lain, banyak hadits bersanad yg senada dg hadis tersebut, akan tetapi hanya memakai redaksi الجامعه, maka dari itu, banyak yg menyimpulkan bahwa istilah aswaja ini baru muncul setelah masa rasulullah.

Akan tetapi ada satu petunjuk dari asumsi ini, yakni pernyataan Ibnu abbas ketika menafsirkan surat Ali imron ayat 106-107, Ibnu abbas menafsirkan orang² yg putih wajah nya dengan ahlus sunnah wal jamaah, sedangkan orang² yg hitam wajahnya di tafsiri dengan orang² ahli bid'ah dan kesesatan.
Ibnu abbas hidup di masa kedua khalifah, yakni di dinasti umayyah dan yazid bin muawiyah, beliau wafat pada tahun 68 H. Di usia 74 tahun.
Ada sejarawan yg mengatakan bahwa aswaja ini baru di gunakan di abad ke tiga hujriyah, karena mereka mengambil kesimpulan dari manuskripnya al ma'mun (khalifah ke 6 abbasiyah) yang bertuliskan:
و نسب أنفسهم إلى السنة 
Artinya: mereka menisbatkan dirinya kepada sunnah.
Pada abad ketiga ini merupakan periode pasca tabiin atau periode para imam mujtahid, dan pada abat ini pula masa penyebaran ahli bid'ah termasuk kalangan muktazilah, bahkan alma'un sendiri merupakan khalifah pertama yang menganut ajaran muktazilah dan menjadikan muktazilah sebagai akidah resmi negara dan memaksa umat islam menganut ajaran muktazilah.
Apabila kita mengikuti pendapat sejarawan tadi, sepertinya istilah aswaja ini terbentuk dari situasi dan kondisi keagamaan umat islam pada saat itu, yang mana islam pada waktu itu di gerogoti oleh paham² bid'ah, padahal istilah aswaja itu sudah ada sebelum abad ke tiga, akan tetapi masih belum populer di tengah masyarakat, karena wabah bid'ah pada sebelum abad ketiga masih belum menjalar kemana mana.
Barulah ketika pemerintahan islam beralih ke dinasti abbasiyah, wabah bid'ah menemukan momentumnya terutama bid'ah dari kelompok muktazilah.
Anehnya khalifah di dinasti tersebut itu menggandrungi terhadap filsafat Yunani, Bahkan khalifah al-ma'mun mendirikan perpustakaan yang bernama Baitul hikmah sebagai lembaga penerjemah karya² pemikir Yunani ke dalam bahasa Arab, yang tentunya hal ini merupakan angin segar bagi kelompok muktazilah yang paham nya sangat di pengaruhi oleh rasionalisme Yunani, yang kemudian akidah muktazilah tersebut di jadikan akidah resmi negara oleh al-ma'mun, yang akhirnya banyak bermunculan para filsof muslim yang dalam banyak hal menyimpang dari ajaran nabi, sepertinya halnya menyatakan bahwasanya alam ini qodim, alam itu bekerja sendiri mengikuti hukum²nya, hari kebangkitan itu tidak ada Dll.
Khalifah al ma'mun juga memaksa umat islam pada kala itu untuk memahami bahwa al quran itu makhluk, yang mana sejarawan menamakan masa itu denganمنحة خلق القرأن (inkuisi kemakhlukan al quran)
Kemudian ketika para mujtahid pembela sunnah nabi itu mulai banyak yang sudah tiada, maka yang menegakkan akidah yg sesuai dengan ajaran nabi ialah penerusnya, diantaranya ialah imam abu hasan al-asy'ari dan imam abu manshur al-maturidi, kedua imam inilah yang merumuskan akidah salafuna sholih yang sebelumnya belum tersusun secara sistematis, akan tetapi juga menyertakan argumen rasional, karena paham beliau muktazilah yg rasionalis bisa di hadapi dengan rasional pula.
Karena itulah mayoritas umat islam yang mengafiliasikan istilah aswaja kepada golongan asya'iroh dan maturidiyah, sebagaimana yg di nyatakan imam az-zabidi di dalam kitabnya ithafussadatilmuttaqin syarah dari ihya'ulumuddin yakni
إذا أطلق أهل السنة والجماعة فالمراد به الأشاعرة والماتردية.
Artinya: ketika di ungkapkan istilah ahlus sunnah wal jamaah, maka yang di maksud adalah qolongan asya'iroh dan maturidiyah.

: Fais/yin

NAHKODA ERA BARU RAYON SYARI'AH, RTAR (RAPAT TAHUNAN ANGGOTA RAYON) KE-VII

Situbondo, 16 Maret 2025. PMII  (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Rayon Syari'ah Mengadakan RTAR (Tahunan Anggota Rayon) Ke-VII yang bertempat di gedung NU seletreng dengan tema Manifestasi kader yang bertanggung jawab & integritas.

RTAR (Rapat Tahunan Anggota Rayon) adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di tingkat rayon. RTAR merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat rayon. 
Yang bertujuan pemilihan ketua rayon yang baru, Pertanggung jawaban pengurus rayon sebelumnya, merancang rayon kedepan melalui rekomendasi yang disampaikan di forum dll. 
Yang ditetapkan calon ketua Rayon Syari'ah:
1. Muhammad Zayyin 
2. Zeinul Rahman 

Sahabat M. Hariri Khuzeini selaku Mandataris ketua rayon yang akan di demisioner melontarkan sambutan yang membara "Pengalaman dan Keadaan sebelumnya, sangat berbeda dengan pengalaman dan keadaan yang saya hadapi ketika menjadi ketua rayon yang itu menjadi pendewasaan, menumbuhkan loyalitas totalitas dan pantang meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun"

"Saya bersumpah untuk tidak keluar dari PMII, akan aktif di komisariat, insyaallah di cabang" (tegas ketua rayon)

Sebagai motivasi bagi ketua terpilih dan pengurus selanjutnya untuk benar benar  merangkul dan membawa TERBANG, TERBANG un rayon yang lebih integritas dan mencetak pemuda sebagaimana pemimpin di masa depan.
Pasca kontestasi pun memanas yang benar benar akan dipilih dengan cara demokratis (tanda kutip tanpa setingan)
Alhasil kandidat no urut 1 terpilih
Sahabat Muhammad Zayyin Sebagai Mandataris Ketua Rayon Syari'ah periode 2025-2026. 

Ucapan selamat dari ketua rayon demisioner terhadap ketua rayon baru yang kedepannya akan menghadapi sebagaimana yang akan menghadapi yang tidak pernah di hadapi sebelumnya, yang akan membuat motivasi dan memperbaiki diri.

Penulis: #yin










Ajang Nahkoda Baru, Rapat Tahunan Anggota Rayon Dakwah Ke-VII


Situbondo,
12 Maret 2025. 
 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda, Rayon Dakwah Melaksanakan Rapat Tahunan Anggota Rayon ke-VII yang bertempat di balai desa curah Kalak kecamatan jangkar dengan tema PMII BERGERAK, BERAKSI, BERDAMPAK. 

Rapat Tahunan Anggota Rayon sebagai mana suatu pergantian pemimpin setiap tahun dalam ranah organisasi PMII ditingkatan Rayon.
Sahabat imam gufron Selaku ketua rayon dakwah periode 2024-2025 akan demisioner dan digantikan oleh pemimpin selanjutnya sebagaimana sudah  ditetapkan 3 calon ketua rayon yaitu:

1. Sahabat Durrotul Kholifah
2. Sahabat iskarimah Amaliah Hasanah 
3. Sahabat Safril Ainul Rizal 

"Harapan demi harapan Siapapun yang terpilih mampu mengemban tanggung jawab dalam kepemimpinannya, lebih lebih bagaimana kemajuan Rayon Dakwah kedepan" (ujar Ketua Rayon dakwah sahabat Imam gufron)

Tentu sebagai pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan, mampu menampung aspirasi, menerima kritikan dan mengayomi kader sebagai pemimpin selanjutnya 

"Support lah jika kegiatannya dapat membawa perubahan namun kritik lah jika kegiatannya atau pengurusannya lebih buruk dari sebelumnya" (tegas mabinra)

Begitu sangat banyak harapan, motivasi  untuk kepemimpinan selanjutnya sangat diperlukan seorang pemimpin yang benar benar mampu dan siap namun tidak dapat dipungkiri dengan 3 calon tersebut tentunya kader terbaik yang sudah mengetahui konsekuensi dan tanggung jawab seorang pemimpin yang masing-masing sudah mempunyai bekal yang matang.

Penulis: #yin










MERAJUT KEMBALI SAYAP PMII STAINH, RAYON TARBIYAH.


Situbondo, Sabtu 18 Januari 2025. 
Kediaman pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum, KH. Muhaimin Abdurrozak, Besuki.
 
Pada kesempatan ini Abdul Gofur selaku ketua komisariat PMII stainh bersama ketua rayon syariah dan dakwah beserta sebagian pengurus lainnya bermaksud menemui pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum untuk meminta izin terkait akan didirikannya kembali rayon tarbiyah dikampus cabang Besuki yang dibawah naungan pondok pesantren tersebut.
   
  Dengan waktu yang singkat, "merekomendasikan terselenggaranya Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pada tanggal 31 Januari 2025." Ujar nyai Hj. Khoironi S.Pd, M.H.
 
"Mulai dari sekarang segera membuat Proposal dan dipersiapkan yang harus diperlukan" (Tegasnya)

Syukur Alhamdulillah dari semua niatan yang diharapkan mendapatkan respon baik oleh pengasuh.
Dan istimewanya ibu Hj. Khoironi, S.Pd, M.H. istri daripada Pengasuh yang pada saat itu masih menjabat sebagai Wabup Situbondo dimasa kepemimpinan bapak Karna suswandi memberikan dukungan terhadap gerakan yang sedang diusahakan oleh PMII STAINH.


Penulis: M. Hariri khuzeini
Publikc: yin 


MAHASISWA STAINH MENUNJUKKAN KEMBALI KOMITMEN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT.


Situbondo, Rabu, 29 Januari 2025.
Kampus STAINH (Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda) Pelepasan Mahasiswa/Mahasiswi untuk melaksanakan LPM (Latihan Pengabdian Masyarakat).

  
Suatu kebijakan akademik yang berbeda dengan kampus lain yaitu LPM (Latihan Pengabdian Masyarakat) yang di laksanakan setiap tahun satu kali, dengan latar belakang untuk mempersiapkan dan melatih mahasiswa/mahasiswi untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) Bahkan dijadikan persyaratan, kegiatan LPM (Latihan Pengabdian Masyarakat) sudah berstandar Nasional yang telah di akui oleh kementerian Agama Kabupaten Situbondo.

Kegiatan tersebut adalah bentuk dari Tri Darma Perguruan tinggi yang menjadi acuan setiap kampus ataupun Akademik yaitu Pengabdian, Kegiatan LPM (Latihan Pengabdian Masyarakat) mempunyai banyak respon dari Masyarakat, banyak kaum awam di berbagai penjuru desa khusus nya desa yang ada di kabupaten Situbondo maupun Bondowoso bagian Utara yang notabennya masyarakat awam. Dengan datang nya mahasiswa/mahasiswi di desa mereka menjadi sorotan dalam berbagai hal,antara lain , kegiatan BIMBEL (Bimbingan Belajar) baik ilmu keagamaan serta ilmu umum yang mana sesuai dengan kebutuhan desa tempat dimana mahasiswa melakukan kegiatan LPM tersebut.

   Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan Tri Darma Perguruan tinggi namun juga berkaitan dengan Sifat-sifat organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang sudah di atur Dalam Anggaran Dasar (AD) Bab III Pasal 3 Bahwa PMII bersifat Keagamaan, Kemahasiswaan, Kebangsaan, Kemasyarakatan, Independensi dan profesional.

Dengan penuh Kesadaran kritis
Kegiatan tersebut harus benar-benar di lakukan, di jalankan dan di selesaikan sesuai dengan peraturan yang sudah tertera oleh sebab itu mahasiswa non Organisasi atau mahasiswa Organisatoris harus memaksimalkan waktunya sebaik mungkin.





Penulis:#yin

ANCAM DEMO BESAR-BESARAN DALAM ACARA PENGUKUHAN & RAKERDA BEM NUSANTARA JAWA TIMUR.

Situbondo, Selasa 4 Februari 2025.  
     Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sahabat Dendi Nur Rohmah beserta pengurus lainnya yang berlatar belakang Organisatoris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Menghadiri Acara Pengukuhan & Rakerda Bem Nusantara Jawa timur (BEMNUS JATIM) yang bertempat di Kampus Universitas Dr. Suetomo (UNITOMO) Surabaya.
Pengukuhan tersebut dihadiri oleh seluruh kepengurusan dan keanggotaan BEM se-Jawa Timur tentunya STAINH Peleyan Kapongan Situbondo di dalamnya.

"Semoga kedepannya teman-teman yang sudah tergabung di BEMNUS agar selalu bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam segala aspek"  ujar perwalian PJ gubernur Jawa timur bapak Adhy Karyono A.ks.,M.A.P

" Eksistensi dari teman-teman BEMNUS JATIM tampak nyata dengan meriah nya acara pengukuhan dan RAKERDA dengan semangat untuk menghadiri kegiatan siang ini", sahabat Helvin selaku koordinator daerah BEMNUS JATIM 

"BEMNUS JATIM merupakan barometer arah gerak BEMNUS seluruh Indonesia, yang dimana pada saat kongres di Palembang peserta terbanyak yang hadir di acara tersebut dari BEMNUS JATIM " Sambut Arya Dwi Prayitno selaku koordinator pusat BEMNUS.

Setelah acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara diskusi publik dengan tema "Peran pemuda dalam menghadapi tantangan menuju pertumbuhan ekonomi 8% dan Indonesia emas tahun 2045". Yang dimana visi dari Indonesia emas 2045 Menjadikan Indonesia menjadi negara maju dengan PDB terbesar ke-4 dunia dengan target pertumbuhan ekonomi 8% untuk mencapai pendapatan tinggi.
Dengan kesimpulan: 
 1.Generasi muda sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 2045
 2.SDM berkualitas,inovasi teknologi dan ekosistem bisnis yang kuat
 3.Kolaborasi antara pemerintah,swasta dan akademisi penting untuk mencapai target pertumbuhan 8%.

Pada kesempatan acara itu Presiden BEM yang tergabung dalam Bem Nusantara Jawa Timur (BemNus Jatim) melakukan konsolidasi akbar dan aksi simbolik di Kampus Unitomo, Surabaya. Para mahasiswa membawa 7 tuntutan.

Berikut adalah 7 tuntutannya :

1. Tumpang tindihnya Kewenangan dalam Rancangan Undang - Undang KUHAP yang sedang menjadi pembahasan setiap Dewan Perwakilan Rakyat mulai nasional maupun daerah, karena
hal ini akan melemahkan sistem peradilan pidana yang sudah terintegrasi dengan baik selama
ini, hal ini akan melanggar prinsip peradilan yang Adil dan imparsial(adil).
2. Pembahasan Nasional mengenai RUU KUHAP akan dapat menimbulkan tumpang tindih dengn institusi seperti Kepolisian, TNI, dan BIN serta mengaburkan fungsi utama kejaksaan sebagai penegak hukum.
3. ⁠Catatan 100 Hari Kerja Pemerintahan Prabowo Gibran perlu adanya Evaluasi besar dan secara Konfrehensif untuk menindak tegas Menteri-menteri yang bermain-main dan hanya omong-
omong saja. Salah satunya, Natalius Pigai, Budi Arie, Sri Mulyani yang sebagaimana masuk dalam catatan kritis BEM Nusantara.
4. Berbagai permasalahan Makan Bergizi Gratis, yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri, dan tidak layak dalam memberikan Konsumsi.
5. Batalkan Proses Proyek PSN Surabaya Waterfront Land yang mana sebagai Proyek Nasional, yang tidakmemberikan dampak positif bagi masyrakat. 
tetapi malah merusak dan menjustic Rakyat.
6. Evaluasi dan Perbaiki Kondusitifitas Rakyat Jawa Timur terutama bagian pesisir suramadu yang penuh akan problematika, salah satunya Reklamasi dan juga sudah hampir tidak layaknya Jembatan Suramadu sebagai sarana penghubung Ekonomi sosial dan keamanan
bersama.
7. Dengan bertambahnya kasus mencekik rakyat terkait pendistribusian Lpg 3 Kg, dengan hal ini maka pemerintah segera untuk membuat regulasi patolan harga ditingkat pengecer. Agar bisa seimbang dengan keadaan ekonomi rakyat.

Sebanyak 7 tuntutan itu merupakan hasil konsolidasi akbar bemnus jatim yang dimusyawarahkan pasca dari pengukuhan. Kemudian, hasil keputusan menyampaikan akan diluaskan ke tiap-tiap kota yang dinaungi bemnus jatim. 

Helvin mengancam, jika isu ini tetap dilanjutkan maka aksi besar-besaran akan terjadi di setiap kota. 

Koordinator Daerah Bemnus Jatim, Helvin Rosianda meminta pemerintah dan perwakilan rakyat daerah maupun pusat untuk lebih jernih dalam merumuskan undang-undang yang tidak selaras dengan rakyat, dan evaluasi ditubuh menteri pemerintahan prabowo gibran. 


Penulis: #jaal/yin