WHAT’S HOT NOW

ads header
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

PMII STAINH DATANGI ANTEK ANTEK TAK BERTANGGUNG JAWAB PC PMII Situbondo

Pada 07 Desember 2025, kader PMII STAINH dari komisariat dan rayon berkunjung ke PC PMII Situbondo dalam rangka temu kangen bers...

Cari Blog Ini

Blog Archive

Popular Posts

AKSI GALANG DANA OLEH RAYON SYARIAH & DAKWAH PMII STAINH

PR (Pengurus Rayon) Syariah & Dakwah PMII STAINH serta kader maupun anggotanya yang didampingi oleh pihak Komisariat STAINH melaksanakan Aksi Galang dana pada Hari Minggu, Tanggal 05 November 2023 yang di mulai pada Jam 09.00 WIB, bertempatan di Jalan Alun Alun Kota Situbondo untuk saudara kita semua yang ada di Palestina.
Muhammad Hariri Khuzaini, Selaku Ketua Kaderisasi Rayon Syariah dan selaku Koordinator Pada Acara tersebut menyampaikan : 
Memang sudah sepatutnya aksi galang dana ini di lakukan untuk hubungan manusia terhadap manusia ( palestine ) agar supaya berkehidupan dengan selayak layaknya. Selain juga menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga pergerakan mahasiswa islam indonesia yang kemudian bisa mengAplikasikan 4 point dari NDP yaitu :
Tauhid
Hablun minallah
Hablun minannas
Hablun minal alam
Kepercayaan, agama, hubungan manusia, dan juga alam.
Terkubur sirna di konflik ini
Maka dari itu mari bersama ikut serta mendukung saudara kita yang pada saat ini berjuang mati matian demi hak dan keadilan atas mereka.
Tujuan aksi galang dana dan doa bersama akan segara kita lakukan demi tercapainya kemerdekaan atas Palestine.

SALAM PERGERAKAN
#SAVEPALESTINA🇵🇸







_Qell

Bedah Buku "Sekolah Cinta"

Cinta itu memang unik memiliki arti yang sulit namun sangat indah, tetapi bisa juga menyakiti. Ketika kita menerima cinta jangan salahkan jikalau cinta tersebut menyakiti karena kita sudah menerimanya namun kita intropeksi diri tentang hal yang menyakiti dari cinta tersebut, jadi salahkan lah diri kita sendiri, Cinta itu makhluk.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh pemateri juga membahas tentang sosok seorang pemimpin. Pemimpin Yang dapat merubah pola fikir, Pemimpin yang dapat menggerakkan atau memberikan pengaruh terhadap masyarakatnya, Pemimpin yang memiliki cinta. 
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bergerak bukan hanya melalui kata katanya namun pemimpin yang baik adalah yang bertindak tanpa banyak berkata-kata.
"Menginspirasi Tanpa Menggurui, Mengkritik Tanpa Menjatuhkan"




Jum'at 03 November 2023
Lokasi : Pendopo STAI NH
Pemateri : Nuris Syamsi
Moderator : Syafril



#PMIISTAINH #PRDAKWAH #PRSYARIAH #PKSTAINH



_Qell

"BEDAH BUKU IMPIAN" OLEH PENGURUS KOMISARIAT PMII STAINH BIDANG KADERISASI

Hari Kamis, Tanggal 13 Juli 2023. Pukul 16.00 WIB.
 Pengurus Komisariat PMII STAINH dalam bidang kaderisasi sahabat Nur Amin yang lazim di panggil dengan sebutan "amin" tersebut mengajak sahabat sahabat, anggota dan kader PMII Rayon Syariah maupun Rayon Dakwah STAINH, untuk berdiskusi bersama mengenai "BUKU IMPIAN" dengan berlesehan dan melingkar di pendopo kampus hijau STAI Nurul Huda setelah para mahasiswa anggota dan kader telah selesai melaksanakan kegiatan mata kuliah di kelasnya masing-masing. 
Dalam hal ini penyaji tidak ingin anggota dan kader hanya monoton pada satu buku tersebut, namun bagaimana caranya agar supaya anggota dan kader lebih memiliki banyak referensi referensi yg berbeda dengan buku tersebut namun memiliki artikulasi yang sama, agar supaya tidak diperkosa hanya oleh satu referensi atau satu buku.
Hal ini di lakukan oleh sahabat amin selaku pengurus komisariat PMII STAINH di bidang kaderisasi, adalah bertujuan untuk melihat sejauh mana pengurus Rayon Syariah maupun Rayon Dakwah mengasah dan melatih wawasan anggota dan kadernya. 
"Salah satu manfaat kegiatan ini adalah untuk melatih public speaking kita dan bagaimana mengontrol diri ketika berbicara di depan khalayak ramai, lebih lebih kita sebagai mahasiswa pergerakan" Ucap Nur Amin ketua kaderisasi PMII STAINH.
Sementara itu juga, Ketua Komisariat PMII STAINH sendiri Dan juga beberapa kepengurusan juga turut ikut serta dalam kegiatan ini.



Boy/Aqil

Rayon Syari'ah Berbagi takjil & Buka Bersama

Minggu, 16 April 2023 / 25 Ramadhan 1444 H. Tepatnya di jalan pertigaan Kecamatan Cermee, Segenap Pengurus, Kader & Anggota Rayon Syari'ah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat STAI Nurul Huda Situbondo. Berbagi takjil gratis dan dilanjutkan dengan buka bersama di kediaman sahabati Anis Syuhada dalam rangka "Memetik Keberkahan Bulan Suci Ramadhan dengan Berbagi Berkah" Serta untuk turut menyambut Harlah PMII yang ke 63 Tahun "Penggerak Bangsa, Memimpin Nusantara" 









Qel

Rayon Dakwah Dan Syari'ah KOMISARIAT PMII STAINH Resmi Dilantik

Pelantikan Raya Rayon Dakwah dan Rayon Syariah ke enam Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STAI NURUL HUDA Sukseses dilaksanaakan pada tanggal 17 maret 2023 yang bertepatan di balai desa pokaan. 

Pada keacara pelantikan tersbut juga dilangsungkan pembukan MAPABA (Masa Penerimaan Angota Baru) yang di adakan oleh pengururs rayon dakwa yang akan berlangsung kurang lebih tiga hari kedepan. 

Dengan adanya pelantikan dan juga Mapaba yang kami laksakana guna meneruskan estafet kepemimpinan dan juga proses kaderisasi formal yang ada di tingkatan rayon, kami berharapa Mapaba yang diadakan oleh rayon dakwa bukan hanya menjadi kewajiban pengurus rayon untuk dalam menjalankan proses kaderisasi namun ada beberapa poin yang akan kami tekankan kedepanya dalam kepengurusan rayon yakni dengan memaksimalakan beberapa agenda yang akan kami susun selama menjadi pengurus rayon tutur sahabat Faris selaku ketua panitia. 

Selain itu Rafi sapaan akrabnya yang juga merupakan pemimpin baru di Rayon Syariah turut berkomentar dalam agenda pelantikan ini memang kami sengaja kami kumpulkan dengan rayon dakwa agar kami tidak terlalu lama dalam menyusun agenda-agenda yang akan kami laksanakan yang mana beberapa hari lagi sudah akan memasuki bulan suci ramadan tentunya itu juga menjadi target kami untuk melakukan beberapa kegiat yang insalah akan kami lakukan kedepanya pungkasnya. 

   An/Qil

MENURUNNYA KUALITAS MAHASISWA


Mahasiswa yang kerap di sapa sebagai penyambung lidah rakyat atau lebih tepatnya agen perubahan merupakan salah satu aset terbesar bagi bangsa dan negara. 

Mahasiswa juga di sebut-sebut sebagai generasi penerus,aksi mahasiswa dalam skala besar sangat efektif untuk memberi pengaruh politik,mahasiswa secara tidak langsung sebagai kader penerus bangsa. 

Tidak banyak yang tahu jika peran mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dicetuskan pertama kali oleh Budi Utomo pada 20 Mei 1908 yang ditandai kebangkitan bangsa para pemuda. Tidak hanya itu juga, di tanggal 28 Oktober 1928 mahasiswa berperan signifikan dalam proses pembentukan negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka Sumpah Pemuda.

Itu Mahasiswa 90-an
namun, kini mahasiswa dan sarjana tak lagi menjadi barang mewah. Mereka bertebaran di pelosok negeri seiring dengan pesatnya teknologi. Jumlah mahasiswa membengkak, lulusan sarjana membludak. Sayangnya lonjakan kuantitas mahasiswa dan sarjana, tidak dibarengi perkembangan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni.

Ada beberapa hal sehingga terjadi menurunnya kualitas mahasiswa pada tahun 20-an
-Rendahnya Minat baca
-Rendahnya minat Menulis dan penelitian
-Persoalan Etika
-Menurunnya Daya kritis terhadap persoalan sosial

#Salam Mahasiswa
#Salam Perubahan
#Salam Pergerakan

MIND

ANALISIS GERAKAN PENGARUH SENIOR


Disetiap organisasi mempunyai AD/ART begitupun di PMII, Dalam aturan rumah tangga oragnisasi pmii disitu sudah banyak poin-poin yang mengatur bagaimana mekanisme yang harus dijalankan di linih organisasi pmii baik dalam secara adminitrasi, atribut, bahkan kegiatan-kegiatan yang harus di laksanakan kepengurusan.
Dalam sebuah organisasi pengkaderan adalah hal yang sangat penting sebab kader adalah penentu masa depan organisasi, kegagalan pengkaderan berarti gagal dalam berorganisasi apalagi jika organisasi itu berbasis gerakan kemanusiaan. Mengingat pentingnya kaderisasi maka setiap organisasi dituntut untuk membina kader berkualitas agar kelak eksistensi dari organisasi tetap terjaga.

Sejatinya kaderisasi mengandung hakikat pendidikan yang memanusiakan dan memerdekakan seperti yang dikatakan Paulo Freire, sayangnya kaderisasi yang demikian terhalang oleh aspek-aspek tertentu yang mengatas namakan kultur. Benar kata Soe Hok Gie bahwa masih terlalu banyak mahasasiswa yang merintih kalau ditekan namun menindas kalau berkuasa, lihat saja bagaimana kemudian selalu menobatkan diri sebagai makhluk yang tidak pernah salah dengan segala pasal pasalnya yang mengingkari kemandirian manusia.

Kaderisasi dari masa kemasa seharusnya beda pola dan tentunya pola-pola yang digunakan adalah yang konteks dengan zaman dan tidak monoton , hal lucu namun tidak layak ditertawakan jika kultur bersifat memaksa meski itu sudah tidak relevan dengan zaman, apalagi jika senior yang purnajabatan diorganisasi masih menyetir dan turun tangan dalam eksekusi pengkaderan, peranan senior purna jabatan memang sangat dibutuhkan dalam berlembaga namun bukan berarti dia punya otoritas untuk menyetir ,tugas senior hanya sebatas memberi masukan,saran dan kritikan atau kalau mau terjun yah jadi pemateri ini lebih bermanfaaat, selebihnya silahkan berikan kewenangan kepada fungsionaris lembaga untuk menjalankan sebagaimana konsep yang diusung, jika pun hal-hal demikian dilakukan karena ketakutan berlebih maka ku katakan berhenti berteriak di muka toa mengkritik birokrasi jika kau masih takut mengkritik senior ingat seperti birokrasi senior juga bukan Tuhan yang selalu benar

Berbagai macam fenomena didapati saat pengkaderan mulai dari dihukum ala militer, kata-kata kasar sampai pemukulan gaya preman, maaf jika sedikit keras dalam penyampaian ini namun ini bentuk kepeduliaan penulis terhadap organisasi apalagi yang notabenenya pergerakan. Banyak dalih yang dilemparkan untuk itu mulai dari membentuk mental sampai yang paling bantet menjaga kultur.

Berbicara tentang kultur saya heran mengapa yang dipertahankan selalu kultur gaya militer? entah ini hanya kebetulan atau jangan jangan ini hanya ajang balas dendam yang berkedok kultur karena hemat penulis budaya literasi yang lebih urgen dipertahankan justru semakin kendor dari hari kehari bahkan fungsionaris lembaga semakin banyak yang hanya bangga memamerkan buku bacaan dibanding membacanya. menyoal mental katanya kaderisasi cara keras dapat melatih mental kader, pertanyaannya kemudian mental seperti apa yang ingin dibentuk? mental penakut atau mental kerupuk? kita tidak butuh kader penakut namun kader pemberani jika sedari dini kita sudah mengajarkan membelok yah jangan salah jika nantinya mereka menjadi penjilat bahkan penjahat.

Kaderisasi butuh ketegasan dan keseriusan namun tidak berarti kekerasan apalagi di era sekarang dimana mahasiswa dicekoki untuk anti senior dengan bertindak keras maka kader di jamin akan lari dan selamat datang di kehancuran organisasi ,tapi ingat jangan sesekali memanjakan kader sebab memanjakan berarti membenarkan kesalahan mereka dan bisa jadi kader menjadi kurang ajar atau bahasa kerennya  jadilah sosok senior yang disegani bukan ditakuti sebab idealnya pengkaderan adalah memperbaiki kesalahan bukan menyalahkan

Jangan sampai kita hanya menjadi budak yang disekolahkan tanpa pernah dimerdekakan
Bangkit berjuang menjemput perubahan MERDEKA !

Ihsan Mutawaqil